Sepeda Ontel Antik Tambah Koleksi Museum Balaputra Dewa

Bertambah lagi koleksi Museum Negeri Provinsi Sumatera Selatan Balaputra Dewa. Kali ini berupa satu unit sepeda ontel warna hitam, yang diperkirakan buatan Inggris tahun 1940-an.

Sirudin (78), pensiunan penjaga sekolah, warga Alang-Alang Lebar, Kabupaten Banyuasin, yang menyerahkan sepeda antik tersebut kepada Kepala UPTD Museum Negeri Sumsel Balaputra Dewa Chandra Amprayadi, Kamis (19/3) silam.

“Ada seorang warga datang ke museum. Ia berniat menghibahkan koleksi sepeda ontel antik. Setelah kami teliti dari internet, sepeda itu kemungkinan produksi Inggris keluaran tahun 1940-an,” kata Chandra Amprayadi didampingi Kepala Seksi Koleksi Museum Balaputra Dewa Samsudin, Senin (23/3).

Dikatakan dia, warga ini tidak membawa sepeda tersebut ketika datang ke Museum Balaputra Dewa. Melainkan meminta pihak museum mengambil sendiri di rumahnya di Jalan PDM Lorong Nanas, dekat perumahan Boster Km12, Alang-alang Lebar, Banyuasin.

“Saya bersama Pak Syamsudin lantas berangkat ke sana. Setelah kita melakukan pembicaraan, kami sempat berfoto untuk dokumentasi dan penandatanganan berita acara serah terima benda hibah,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, Sirudin tergerak menyerahkan sepeda miliknya yang jadi koleksi turun temurun, setelah mendapat masukan dari rekan, tetangga, dan membaca berita di media massa.

“Kita apresiasi ia mau menghibahkan sepeda ontel ini kepada Museum. Padahal kalau mau dijual, harganya bisa jutaan. Ini bentuk kepedulian warga terhadap benda-benda bernilai sejarah. Kami mengapresiasinya,” tukas Samsudin.

Tidak hanya sepeda ontel, menurut Samsudin, warga ini juga berniat menyerahkan benda-benda pecah belah bernilai sejarah miliknya kepada Museum Balaputra Dewa.

“Ia mau menyerahkan keramik juga. Nanti akan diserahkan ke kita pada tahap kedua. Namun kita minta usai Idul Fitri saja. Mengingat saat ini sedang kondisi darurat Covid-19,” ucapnya.

Ia mengaku terkesan dengan kesediaan Sirudin menyerahkan sepeda ontel tersebut. Nantinya, pihak Museum Balaputra Dewa berencana menyerahkan sertifikat penghargaan kepadanya.

Ia melanjutkan, sepeda ontel ini menjadi koleksi Museum Balaputra Dewa dan akan dipamerkan ke masyarakat. Sirodin akan dibuatkan profil beserta fotonya, dan dipamerkan berikut sepeda ontel tadi.

“Biasanya kalau menghibahkan itu, warga datang ke museum. Tapi karena sepeda itu berat dan dia tidak punya sarana angkutan, kita disuruh ke sana,” tukasnya.

Sepeda ontel ini kemungkinan dibawa orang Inggris zaman penjajahan Belanda ke Palembang, untuk mobilitas mereka.

“Si pemilik sendiri tidak begitu paham tentang asal usul sepeda ini, karena koleksi turun temurun. Ini dari buyutnya, lalu ke bibi dan baru ke dia,” ucapnya.

Sepeda ini masih terlihat asli onderdilnya. Namun di bagian tempat duduk sudah diganti, lantaran usianya yang sudah tua. “Tapi bagian inti sepeda masih original, seperti sasisnya,” tukasnya.

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan Aufa Syahrizal mengapresiasi tindakan warga, yang menghibahkan sepeda ontel kepada Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputra Dewa.

“Saya bersyukur masyarakat mulai sadar bahwa benda-benda yang memiliki nilai sejarah daripada tidak mampu merawatnya dan menjadi rusak, mereka menyerahkannya kepada museum untuk dipelihara dan dirawat dengan baik,” kata Aufa.

Nama warga tersebut, kata dia, akan tercatat di museum sebagai salah satu kolektor yang menyerahkan benda tersebut kepada museum.

“Penghargaan kita secara moralitas seperti itu. Kalaupun ada penghargaan lain, itu kebijakan dari pihak museum,” tukasnya.

Ia menganjurkan warga, yang menyimpan benda-benda purbakala dan bernilai sejarah, untuk menyerahkannya ke museum. “Daripada mereka tidak bisa merawatnya. Kemudian diserahkan ke orang yang tidak bertanggung jawab, lebih baik itu diserahkan ke museum untuk menjadi cerita bagi anak cucu kita. Itu akan lebih bermanfaat untuk pendidikan. Lalu mengungkap sejarah tentang peradaban Kerajaan Sriwijaya atau peradaban lainnya,” pungkasnya

sumber: https://palpres.com/2020/03/sepeda-ontel-antik-tambah-koleksi-museum-balaputra-dewa/