Di Indonesia, Hanya Songket Sumsel Kaya Akan Detil, Kaya Akan Warna

Palembang, BP–Desainer kenamaan yang telah memperkenalkan songket ke dunia internasional, Defrico Audi menilai kain songket bukan hanya milik Palembang tapi milik Sumatera Selatan (Sumsel) karena kabupaten kota di Sumsel memproduksi songket.

“Tapi cara mempromosikannya kurang, cara pemasarannya yang jadi hambatan, tidak rajinnya ketua Dekranasda kabupaten kota untuk mnegikuti promosi-promosi yang ada di tingkat nasional dan internasional, saya dengan ibu Gubernur lagi belajar dan memulai kembali untuk mengangkat kembali dan mempromosikan kembali songket ini ke ajang nasional maupun internasional,” katanya jumpa pers pameran yang bertajuk “Pesona Kain Tradisional Sumsel” di Museum Balaputra Dewa, Jalan Srijaya I Nomor 288 KM 5.5, Palembang, Senin (5/11).

Rencananya songket akan mengikuti Indonesia Fashion Week di Jakarta April 2020 dan Paris di Februari 2020 untuk mengangkat songket, kain tradisional Sumsel.

“Karena hampir daerah di Sumatera memproduksi songket, tapi songket yang kaya akan detil, kaya akan warna, hanya Sumsel yang punya.

Dia berharap jangan sampai kain songket menjadi kain tradisional tapi menjadikan songket material utama untuk pembuatan suatu buasana.

“Songket itu bukan dipergunakan untuk wanita , songket dipergunakan untuk alat mahar untuk pengantin, berjalannya zaman songket menjadi bahan produksi untuk baju, laki-laki bisa memakai songket, yang namanya songket cuma tehniknya songket, motipnya bukan motip songket, laki-laki bisa pakai tapi songket yang mana yang di pakai laki-laki, kita jadikan momen ini untuk mencari data-data baru dari pengerajin tradisional untuk melombakan motip tradisional yang dimodifikasi berbahan songket,” katanya.

Sedangkan Zahrudin Haris, penyelenggara Festival Songket dari Rich Solution mengatakan, panitia even ini akan mengundang banyak desainer nasional yang telah berkecimpung secara global dalam memasarkan hasil karyanya.

“Kita juga akan mengundang banyak media luar negeri, serta para pembeli dari luar untuk datang dan melihat perkembangan songket di Palembang dan Sumatera Selatan,” katanya.

Menurut Haris, dalam even ini akan ada banyak acara menarik, seperti pameran terbesar songket sepanjang masa. Mulai dari hasil karya yang berusia ratusan tahun yang tersimpan di banyak museum, rumah penduduk, hingga ragam motif desain songket terkini yang telah masuk pasar global dan hadir dalam banyak Fashion Week di dunia.

Kemudian, digelar desain baju dan produk jadi berbahan dasar songket. Tujuannya agar songket makin beragam bentuk barang jadi, dan bisa dipakai dalam segala suasana.

“Lomba ini akan digelar secara nasional. Kita mulai sosialisasi setelah even Pesona Kain Tradisional Sumatera Selatan, berikut rangkaian acara lain di Museum Negeri Provinsi Sumatera Selatan Balaputra Dewa,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, akan dilakukan penetapan dan penunjukan Duta Songket yang melibatkan artis-artis nasional asal Palembang.

“Tujuannya agar mereka terus menggaungkan songket dalam segala acara dan setiap kesempatan yang diikutinya,” kata Haris.

Kemudian digelar pasar tumpah yang melibatkan semua perajin songket di Sumsel. Akan banyak desain baru dan unik yang menarik dengan harga songket sangat variatif. Dengan adanya pasar tumpah ini, akan membuat pecinta songket berduyun-duyun datang ke Palembang.

Selanjutnya akan digelar Fashion on The Street yang melibatkan semua peserta lomba, perajin, dan jasil karya desainer ternama. Songket yang selama ini menjadi barang mewah akan dicoba dipamerkan dan diperagakan di jalan layaknya karnaval, yang melibatkan ratusan model nasional dan lokal. Juga akan ada pencanangan satu hari dalam seminggu, untuk memakai songket dan produk turunannya.

Acara tidak berhenti di situ, nantinya semua perajin yang mengikuti pameran akan dibawa secara bergantian untuk mengikuti even songket di mall-mall Jakarta dan kota-kota besar di Indonesia, juga negara-negara tetangga.

“Sehingga pasar songket semakin luas dan dampaknya akan sangat besar bagi perajin dan masyarakat Sumsel,” katanya.

Pihaknya akan membuat aplikasi tentang pasar penjualan songket. Lewat aplikasi ini, seluruh perajin songket bisa berpromosi di sana. Dengan adanya market place, seperti bukalapak atau tokopedia, para pengusaha songket akan bersaing.

“Mereka akan berkreasi menciptakan produk songket yang terbaru, yang bagus, dan bisa membuat orang beli,” katanya

sumber:http://beritapagi.co.id/2019/11/05/di-indonesia-hanya-songket-sumsel-kaya-akan-detil-kaya-akan-warna.html